Siapa Yang Lebih Dulu Akan Mati?

Apa salahnya Kematian Siapapun memilih kematian satwa Yang di luar jangkauannya Mengapa tetap perlu dijaga Tak apa yang mati budaya Hanya diperlukan perpisahan indah Seperti perpisahan dengan hikkikomori Yang mati di apartemen sendiri Tak apa yang mati satwa Toh ayam dan sapi masih tetap ada Sixpack dan otot punggung tetap kekar Pencipta pun tetap dapat dibakar Tak apa yang mati kita Mobil terbang tetap perlu mengudara Rakyat jelata hanya perlu lihat saja Bagaimana ilmuwan membunuh para dewa Tapi bajingan dengan cinta Setiap hari tagar twitter dipakai bercinta Bandar grup kumpulkan foto meki basi Pegang kemaluan cari korban di ometv Kapan matinya budaya Kapan matinya satwa Kapan matinya kita Yang penting tetap dapat bercinta Hidup tanpa cinta Bagai taman tak berbunga Hidup dengan cinta Bagai binatang penjelma dewa Lihat konflik sedikit anunya bangun Sudah banyak tragedi tapi tetap orgasme Ingin melihat yang lebih lagi katanya Dengan cinta semuanya itu puting laki-laki Tak ada rasa, tak ada guna Tapi memang itulah cinta Membuat sebagian ingin menyetubuhi lubang pohon Tak merugikan orang lain katanya Tapi tolol juga Kesenjangan tetap akan ada Betapa asiknya menunggangi pohon Tidak semuanya dapat mengerti Betapa transendennya diskriminasi perbedaan Betapa dangkalnya toleransi Toleransi itu kata mati Kau tau geisha dan para penari Yang gerakannya dapat dibeli Tapi cintanya tak dapat dibeli Toleransi itu seperti geisha Dapat dengan mudah dikustomisasi Karena mereka memang makhluk mati Cinta katanya membuatnya hidup Tapi buat apa hidup Apabila hanya memperjuangkan toleransi Setidaknya biarkanlah para homo itu mati Jawabannya bukan ada pada mobil listrik Pertanyaannya bukan bagimana kiamat terjadi Pendukungnya bukan sang ahli toleransi Tapi mengapa cinta tak mati-mati Padahal dengan matinya cinta Pencipta dapat dipunahkan yang dicipta Aku tanya sekali lagi Siapa yang lebih butuh Pengemis atau Pemberi?...

May 5, 2022 · 2 min · 295 words · laataiasu

Just Pretend

Try to be funny. No longer funny any more. Try to be sad and regret. But it’s just a drama and an act. When I’m blaming, that’s the real me. At least that’s what I thought, until I get accused. Then I blame something. It turns out I never know. What is the real me. Who is the real me. When you’re little, if you grow up in a good family, there must be a time where your mother leaves you without telling you....

April 27, 2022 · 3 min · 526 words · laataiasu

Ceritalah Padaku

Ceritakanlah padaku Sejahat itukah aku? Hingga tak ada yang bercerita? Bahkan kebutuhan akan bercerita lebih dari yang lainnya Bukan peminta-minta yang lebih butuh Tapi ialah pemberi yang lebih butuh Maka aku, aku sangat butuh cerita Tapi cerita itu hanyalah luaran dari percaya Tidak ada cerita padaku Maka aku tidak pernah dipercaya? Sebajingan itukah aku? Hingga tidak ada yang percaya? Bahkan aku sendiri Kau tidak pernah cerita padaku sendiri Sehina itukah aku?...

April 13, 2022 · 2 min · 247 words · laataiasu

Gorengan

Jika aku hidup di tahun pandemi, aku akan berjalan setiap pagi mendagangkan gorenganku Ku tidak akan diam saja pada suatu gerobak sambil menggoreng Ku akan goreng semuanya dahulu dan mengisinya ke wadah Untuk aku jajakan ke rumah-rumah Memang lebih enak punya gerobak dan menunggu kedatangan pelanggan, Tapi aku tidak suka kemudahan dan lebih suka memikul yang berat Agar para pembeliku menghargai setiap yang sedang hangat Sumpahku tidak akan menggunakan teknologi pemesanan Aku bukanlah budak yang bisa kau pakai hanya apabila kau butuh Akulah sakamoto yang tahu bahwa besok aku akan mati, Maka aku akan lebih dari ekspektasi budak kau Aku akan sediakan yang tidak kau butuhkan, Yang penuh kolesterol, Yang tidak bergizi Agar kau tahu hidupku tidak lama lagi Agar kau merasakan hidupmu tinggal besok hari Atau anggap saja aku pensiun dini, Karena aku ingin mencoba juga jadi penjual yang hanya diam di gerobaknya Selalu menunggu pelanggan Atau tidak perlu gorengan, Bisa nasi kuning, kupat tahu, nasi uduk, surabi, bubur ayam, lontong sayur Yang jelas aku tidak akan menggunakan teknologi kau Tentang semuanya yang akan mati, Katanya semua yang ada pada blockchain itu tidak akan mati Tapi bisakah, blockchain kau Spekulasi kau Jargon-jargon kau Menyimpan segala hal tentang gorengan?...

December 30, 2021 · 3 min · 462 words · laataiasu

Suara

Zat apa yang tak menghantarkan suara Hanya yang bukan zat Yang jauh Bukankah ia tak pernah mendengar suara Atau begitu pekanya Begitu malasnya ia Begitu pedulinya ia Hingga abainya pada suara Merupakan suatu ketakjuban Dan abainya terhadap suara Bukankah bukti kekuasaan Sehingga menyepelekan Karena ia mendengar segala kepekaan Tak perlu menjawab karena tak pernah sampai Diindahkannya pun tidak Atau tak mengindahkannya adalah Bentuk suatu kepedulian Kepedulian ia yang kuasa Aku tak tahu Zat apa yang tak menghantarkan suara Bukankah ia yang bukan zat Kehampaan udara Nan jauh disana?...

June 22, 2021 · 1 min · 88 words · laataiasu

Pekerja Seni

Pekerja seni adalah lacur rupawan Menyaingi ia yang agung Tidak tahu warna Darimana asalnya Hanya nol dan satu Ia jual anaknya Mencoret dari KKnya Diberikan pada dukun Ditanya bagusnya diapakan Dukun menjawab, Ganti saja namanya Tidak perlu dibuang Sebut saja ia karya Lantas kau bisa jual ia Si karya itu akan jadi uang Dan kau tidak akan kelaparan Pekerja itu mengiayakan Karena ia kelaparan Bukan lapar fisik Tapi lapar kuasa Kuasa atas dirinya Kuasa atas angka Kuasa atas nol atau satu Anaknya dijual Darahnya dijual Suaranya dijual Lukisannya dijual Ketikannya dijual Tenaganya dijual hidup mati selnya dijual Hingga tak bisa ia bedakan Mana dibuang Mana dijual Dan persetan ia Karena lapar Maka ia harus makan Dan karena harus makan Ia harus menjual pula Buang atau jual Ia tak bisa bedakan Dan ia bertanya Apakah aku menjual Apakah aku membuang Terhadap aku sendiri Dan apa bedanya Tiap saat selnya mati Ia merasa terbuang Menjual dapat uang Menjual dapat kenyang Membuang tak dapat apa-apa Membuang itu spontan Tapi kenyangnya dia Kenapa sama dengan membuangnya Yang tak dapat apa-apa Kerjanya itu spontan Jualannya itu spontan Jual diri Buang diri Apa bedanya pekerja seni Dengan jual dan buang Bukannya sama-sama mati Betapa jahatnya ia Menjual anaknya sendiri Membuat dan menjual Membuat dan membuang Dirinya sendiri Lagi-lagi Menjual dan membuang Apa bedanya Bukannya, Membuang itu melegakan Tak perlu dapat uang Tak perlu dapat kenyang Tak ada kelaparan Jual dan buang Apa bedanya Pekerja seni Menjual karya Membuang karya Menjual anaknya Menjual dirinya Bukannya itu semua Kerjaan dari pelacur?...

April 18, 2021 · 2 min · 271 words · laataiasu

Hanya Orang Jelek Yang Memakai Masker

Yang memakai masker hanyalah orang jelek atau sakit Jelek bisa digeneralisir sebagai sakit Lihatlah orang modern Jelek itu bagian dari sakit Jelek itu hanya alasan orang yang kurang uang Dengan uang jelek itu bukan penyakit Jelek dijadikan trend Oleh para pemengaruh Siapapun yang tidak bisa cari uang, Bukanlah hanya ia yang sakit? Disakiti atau sakit sendiri kan, Sama-sama bagian dari sakit Maka bisa dikatakan, Bahwa jelek itu bagian dari penyakit Segala yang jelek itu penyakit kan....

January 4, 2021 · 3 min · 483 words · laataiasu

Gelap

Sorot mata mana yang merayu Penuh bias dari harapan Seakan tersenyum menyimpan luka Baginya luka tak berbeda Tapi hanya ia yang kecewa Yang tampil apa adanya Dan mengapa semuanya percaya Dan apa salahnya untuk percaya Bahwa semua hanyalah hamba Mata mana yang kecewa Mata mana yang tampilkan luka Tak ada bedanya Dengan semua yang bahagia Dan bahagianya hamba Begitu kerdil, begitu sia-sia Untuk melihat dan bertemu Dengan mata yang penuh kecewa Dan mengapa semuanya percaya Dan apa salahnya untuk percaya Sorotanlah yang dicarinya Untuk membiaskan segala tatapan Penuh luka dan tanda tanya Untuk yang tak bisa meresap cahaya Ialah yang sebenarnya diliputi cahaya Siapa yang merindukan cahaya Dan ingin membiaskan pada matanya Ialah yang akan jatuh dalam gelapnya cahaya Maka aku, setidaknya yang mencicipi sedikit cahaya, Tidak takut pada kegelapan Melainkan takut pada sorotan yang hanya dipenuhi cahaya Karena cahaya itu lurus Begitu cepat Tanpa perantara Dapat dibiaskan Dapat dipantulkan Begitu menipu Maka yang paling beruntung Bukanlah ia yang penuh cahaya Melainkan ia yang gelap Yang diliputi sedikit cahaya Namun sayangnya, Gelapku tak mampu, Menerima sedikit pun cahaya

December 12, 2020 · 1 min · 178 words · laataiasu

Budak

Budak, Entah mengapa ia dibanggakan Entah mengapa ia dikucilkan. Para pembenci perbudakan Bukankah mereka ini diperbudak? Dengan ceramahnya, Lawanlah kejahatan Lawanlah ketakutan Lawanlah ketidakadilan Mereka ini budak siapa? Menghalang-halangi yang lain untuk diperbudak Sedang mereka sendiri diperbudak Oleh siapa? Mereka diperbudak? Tentunya oleh Sang penakut Sang penakut selalu berkata yang lain dari dirinya Karena itu ia disebut Sang penakut Para pembenci perbudakan, Mengagungkan keberanian Keberanian si penakut Selalu menyimpang Dari jati nya Karena ia kamboja Yang berbau busuk Dan sendirian di tengah hutan....

November 29, 2020 · 2 min · 369 words · laataiasu

Goodness

I knew nothing about good I ask everyone They knew sometimes But it contradicted each other's They say good is amenity, Good is luxury, Good is beauty, Good is sufficiency, Good is empathy, Good is lunacy. I am searching for good Then I classified these people When I should not do The thinker or the feeler, The wise or who ignore The holy and the infidel I ask good to whom love to be wise Their answers making sick my brain The holy told me not to use the brain But use the heart to feel the good The thinker showed me Heart makes people weak And the weak never find any good Another said to use both of them Brain and the heart But I can't understand it It contradicted each other It made my brain sick And it made my heart weak And now I am asking you father, What is good?...

November 27, 2020 · 1 min · 185 words · laataiasu